33% Waktu Saya Habis di Media Sosial Sejak Datangnya Pandemi


Datangnya pandemi benar-benar membuat kebiasaan saya berubah secara total. saya menghabiskan kurang lebih 33% waktu saya sehari-hari di media sosial.

Pada artikel ini saya akan menceritakan cara yang saya lakukan untuk memanfaatkan waktu di media sosial selama masa pandemi.

Saya yakin, sebagian besar orang pasti merasakan besarnya pengaruh pandemi Covid-19 pada kehidupan sehari-hari. Kita bahkan tidak menduga bahwa kondisi ini akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Berdasarkan data dari wikipedia, Sejak pertama kali kasus Covid-19 terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2020 hingga 14 Oktober 2021. Tercatat sebanyak 4.232.099 kasus positif dengan jumlah kasus kematian mencapai 142.848 jiwa. Sementara itu, sebanyak 4.069.399 pasien telah dinyatakan sembuh.

Kabar baiknya, sepanjang penerapan PPKM beberapa bulan terakhir ini, kasus positif Covid-19 menurun cukup drastis dan jumlah pasien yang masih dalam masa karantina juga jumlahnya semakin berkurang.

Kita terpaksa merubah kebiasaan demi keselamatan

Berbagai sektor kehidupan terpaksa harus menyesuaikan keadaan jika ingin tetap bertahan. hal itu juga harus dilakukan demi keselamatan banyak orang. kita tidak bisa lagi bebas untuk berkegiatan serta bertemu banyak orang secara tatap muka.

Kegiatan-kegiatan yang sebelumnya bisa kita lakukan secara offline, selama lebih dari satu tahun terakhir ini harus kita lakukan secara online. Beberapa diantaranya seperti :

  • Kegiatan bisnis
  • Kegiatan belajar mengajar
  • Kegiatan ekonomi
  • Kegiatan sosial
  • Dsb

Tidak hanya sektor-sektor besar seperti di atas, perpindahan dari kegiatan offline menuju online juga membuat kebiasaan kita secara pribadi berubah.

Sebelumnya, kita bisa bebas berinteraksi dan bersosialisasi dengan dengan siapapun tanpa khawatir terpapar virus. Tapi, saat ini kita terpaksa mengurangi kegiatan tersebut dan lebih memanfaatkan media sosial untuk saling berinteraksi. Baik itu menggunakan facebook, instagram, maupun whatsapp.

Hal tersebut membuat jumlah pengguna media sosial semakin meningkat. Berdasarkan data dari databoks, pengguna media sosial di Asia Tenggara meningkat sebesar 38% selama masa pandemi.

Lonjakan pengguna media sosial tersebut tentunya menunjukkan bahwa kita semakin sering menggunakan waktu kita untuk menggunakan media sosial dalam kegiatan sehari hari. Hal ini bisa berarti positif namun bisa juga sebaliknya.

Besarnya pengaruh media sosial selama masa pandemi

Saya pribadi merasakan pengaruh media sosial semakin besar selama masa pandemi. Bahkan seperti yang saya sebutkan diawal, sepertiga waktu saya habis di media sosial.

Bisa dilihat, diatas adalah data durasi penggunaan layar smartphone saya selama satu minggu terakhir. setiap hari saya menghabiskan kurang lebih 8 jam untuk berbagai kebutuhan di media sosial.

Durasi tersebut dua kali lipat lebih banyak dibandingkan durasi waktu pengunaan media sosial saya sebelum masa pandemi.

Sebelum pandemi, saya hanya menggunakan media sosial sebatas untuk mencari hiburan di sela-sela pekerjaan atau posting foto-foto ketika liburan. 

Namun, selama masa pandemi hampir sebagian besar kegiatan saya lebih banyak menggunakan media sosial. Lihat video berikut ini. 

Cara Saya Memanfaatkan Media Sosial Selama Pandemi 

Efek negatif media sosial memang bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, namun itu tergantung pada kita sebagai pengguna.

Saya merasa media sosial juga merupakan alat yang bisa sangat membantu kita jika dimanfaatkan dengan bijak.

Yang menarik adalah kekuatan dan dampak dari media sosial… Jadi, kita harus mencoba menggunakan media sosial dengan cara yang baik. - Malala Yousafzai

Saya tidak ingin sepertiga waktu hidup saya habis hanya sekedar untuk melihat-lihat foto atau video orang lain saja. Maka dari itu saya berusaha membuat media sosial bisa memberikan dampak yang positif dengan melakukan berbagai hal berikut.

#1. Media Hiburan

Ditengah berbagai kesibukan dan juga perasaan jenuh yang terkadang saya rasakan karena kegiatan yang membosankan. Media sosial menyediakan begitu banyak hiburan yang bisa kita nikmati secara gratis.

Baik itu di instagram, twitter, facebook, maupun youtube. Setiap platform media sosial tersebut memiliki keunggulannya masing-masing sebagai media hiburan.

Saya pribadi lebih sering menggunakan youtube untuk melihat video-video lucu seperti stand up comedi dan lain sebagainya.

Hal penting yang harus kita perhatikan ketika menggunakan media sosial sebagai hiburan adalah memberikan batasan waktu untuk diri kita sendiri. Jangan sampai karena terlalu asik menonton konten-konten yang menghibur, kita justru membuang-buang waktu secara percuma.

Saya pribadi biasanya membatasi diri dengan waktu antara 10 sampai 15 menit ketika ingin menonton sesuatu yang menghibur di sela-sela kegiatan lainnya. Hal itu bisa sedikit menyegarkan kembali pikiran saya untuk melanjutkan aktifitas berikutnya.

Namun, terkadang saya juga bisa menghabiskan waktu 30 menit sampai 1 jam ketika memang sedang ada waktu senggang.

#2. Media Edukasi

Saat ini sudah banyak sekali akun akun yang membuat konten edukatif, hampir di semua platform media sosial pasti memiliki konten edukatif. kita bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mempelajari hal baru yang kita butuhkan.

Dalam menggunakan media sosial sebagai media edukasi, saya memanfaatkan media sosial untuk beberapa hal berikut.

  • Mempelajari skill baru
  • Memperdalam skill 
  • Membagikan pengetahuan
  • Dsb

Masing-masing dari kita juga tentunya memiliki cara belajar yang berbeda-beda, saya sendiri merasa lebih mudah memahami sesuatu ketika menonton video yang lengkap. Jadi, saya lebih sering menggunakan youtube untuk belajar hal baru.

Youtube memiliki jutaan konten edukatif yang bisa kita konsumsi kapanpun dan dimanapun. kita bisa belajar sesuatu dari yang paling dasar hingga yang levelnya lebih tinggi.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Elon Musk dalam salah satu cuitan di akun twitternya.

"You can basically learn anything on YouTube/Reddit"

Tetapi, tidak semua orang merasa mudah belajar sesuatu melalui video. Pasti ada juga yang merasa lebih nyaman belajar dengan membaca artikel-artikel panjang ataupun postingan di blog.

Setiap orang berhak memilih cara belajar mereka masing-masing.

Selain menggunakan media sosial untuk mempelajari sesuatu, saya juga menggunakan media untuk membagikan pengetahuan saya.

Pada awal pandemi, saya rutin menulis di Quora untuk berbagai pengetahuan yang saya miliki. ternyata, cukup banyak respon baik yang saya dapatkan dari apa yang sudah saya bagikan. Bahkan salah satu jawaban yang saya tulis di Quora sudah dibaca lebih dari 100.000 kali.

Baru-baru ini saya juga memanfaatkan instagram untuk mulai membangun personal branding dan berbagai seputas dunia blogging dan juga content writing. Meskipun belum banyak yang saya bagikan, namun saya berharap agar konten-konten yang saya buat juga bisa bermanfaat untuk orang lain.

#3. Media Berinteraksi

Saat kasus positif Covid-19 di Indonesia terjadi peningkatan, pemerintah mulai memberlakukan berbagai peraturan seperti karantina wilayah ataupun PPKM.

Banyak perusahaan juga akhirnya memberlakukan WFH (Working From Home) pada para karyawannya.

Hal itu membuat media sosial menjadi salah satu pilihan yang bisa digunakan untuk saling berinteraksi. Kita sekarang menjadi lebih banyak berinteraksi secara online dibandingkan bertatap muka secara langsung.

Saya juga menjadi lebih sering untuk menggunakan whatsapp, telegram dan juga instagram agar tetap bisa berinteraksi untuk berbagai kebutuhan. Seperti berinteraksi dengan keluarga, teman, dan juga rekan kerja.

#4. Melihat Tren Terkini

Media sosial bisa membantu kita mengetahui dengan cepat apa yang sedang terjadi di Indonesia bahkan di Dunia. Hal ini menjadi salah satu yang seharusnya bisa menjadi alasan kenapa kita semakin sering menggunakan media sosial.

Setiap peristiwa yang sedang terjadi, bisa begitu cepat menyebar dan diketahui oleh semua orang hanya dalam hitungan menit.

Banyak sekali kanal berita yang sekarang ini sudah mendistribusikan kontennya di berbagai platform media sosial. Salah satu yang sering saya manfaatkan untuk melihat update tentang tren terkini adalah Indozone.


Setiap hari saya selalu mendapatkan update informasi tentang berbagai peristiwa yang sedang terjadi terutama melalui akun instagram Indozone.

Tidak hanya seputar peristiwa yang sedang hangat dibicarakan. Akun instagram Indozone juga seringkali membagikan info update seputar dunia teknologi, olahraga, lifestyle, hingga kesehatan.

Akun instagram Indozone yang sudah diikuti lebih dari 4,3 Juta pengikut, membuktikan bahwa bukan saya saja yang menikmati konten ter-update yang dibagikan oleh Indozone.

Selain di media sosial instagram, Indozone juga sudah hadir di berbagai platform media sosial lain seperti facebook, twitter, tiktok, youtube, dan juga website.

Hal itu menunjukkan bahwa Indozone berusaha untuk membagikan informasi seluas-luasnya dan juga bisa menjangkau kalangan di semua media sosial.

Kesimpulan 

Media sosial sangat besar manfaatnya ketika kita tahu cara menggunakannya, apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini.

Saya memang menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial selama masa pandemi. Namun, saya merasa itu bukanlah hal yang sia-sia. Karena saya menggunakan media sosial untuk mengembangkan diri saya dengan cara belajar banyak hal dan juga membagikan pengetahuan yang saya miliki.

Sebagai seorang introvert, saya juga merasa jauh lebih produktif selama masa pandemi dan bisa mempelajari berbagai skill dan pengetahuan baru.

Jadi seharusnya, masa pandemi ini bisa menjadi kesempatan buat kita untuk melakukan banyak hal dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh media sosial.


2 Responses to "33% Waktu Saya Habis di Media Sosial Sejak Datangnya Pandemi"

  1. Mantengin sosial media berarti mantengin cuan yang akan turun dari sosial media.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel