Liburan Satu Jutaan ke Bali Part 1 : Tengah Malam Baru Bisa Berangkat ke Denpasar


Setelah menunggu lama, akhirnya cerita perjalanan ini bisa ditulis juga. Maaf sudah membuat kalian menunggu.


Cerita tentang perjalanan ke Bali ini akan saya tulis menjadi beberapa part biar kamu tidak bosan membacanya dan bisa mendapatkan cerita yang lengkap.


Pada artikel ini saya akan menceritakan mulai dari alasan saya memilih jalan-jalan ke bali, apa saja yang saya persiapkan untuk perjalanan ini serta proses perjalanan dari semarang hingga sampai di denpasar. 


Saya bersama salah seorang teman memutuskan untuk mengunjungi Pulau Bali selama kurang lebih 5 hari. 2 hari untuk perjalan pulang pergi dan 3 hari untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata di Bali.


Meskipun bisa dibilang ini perjalanan low budget, tapi saya merasa berbagai fasilitas yang saya dapatkan selama perjalanan cukup bisa dinikmati. mulai dari transportasi, makan, hingga penginapan.


Kenapa memutuskan liburan ke Bali?


Perjalanan ke bali ini sebenarnya tanpa rencana yang matang.


Bermula dari obrolan di meja makan beberapa bulan sebelumnya, tentang keringinan untuk kembali menikmati perjalanan liburan.


Obrolan antara saya dan salah seorang teman yang akrab saya sapa Aufa (ini akun instagramnya : @aufaalmqshd). 


Sedikit cerita tentang teman saya yang satu ini, dia adalah seorang pekerja keras yang suka jalan-jalan. Bisa dilihat dari feed instagramnya, semua fotonya isinya liburan.


Selain liburan di indonesia, dia juga sudah pernah solo travelling ke beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, hingga Myanmar. yang pengen tau tentang perjalanannya, langsung DM aja ke instagramnya.


Dia juga sudah 5 kali berkunjung ke bali. sedangkan buat saya, ini adalah pengalaman pertama menginjakkan kaki di pulau bali. Hal itu menjadi alasan pertama saya memilih Bali untuk dikunjungi.


Selain itu, selama dua tahun terakhir teman saya menunda liburannya karena selain masih masa pandemi, syarat untuk menempuh perjalanan jauh juga cukup ribet sehingga dia memilih menunda liburannya.


Dan akhirnya setelah menunggu sekian lama, inilah waktu yang tepat untuk kembali menikmati liburan.


Beberapa hal yang saya siapkan sebelum berangkat



Sebelum berangkat, kami tentunya harus menyiapkan berbagai keperluan yang akan dibutuhkan selama liburan.

Beberapa hal yang harus kami persiapkan diantaranya :


Menentukan beberapa tujuan wisata


Jujur saja kami tidak membuat itinerary yang rapi di perjalanan ini. 


Teman saya sendiri pun tidak pernah secara detail membuat itinerary ketika liburan. 


Kami hanya menentukan beberapa tempat wisata yang memungkinkan untuk kami kunjungi selama 3 hari di Bali.


Bahkan beberapa tujuan wisata yang kami kunjungi juga baru saja ditentukan selama perjalanan di kereta dan ketika sampai di hotel.


Mencari tahu aturan perjalanan yang berlaku


Selama masa pandemi, pemerintah secara ketat membuat aturan perjalanan.


Meskipun saat kami berangkat, kasus covid-19 menurun cukup drastis setelah pemerintah menerapkan PPKM selama beberapa minggu terakhir. Namun, masih ada syarat yang harus dilakukan jika ingin melakukan perjalanan.


Kami mencari tahu berita terupdate dan melihat apa saja yang perlu kami persiapkan untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api dan juga kapal feri.


Berikut adalah beberapa syarat perjalanan saat kami berangkat pada 20 Oktober 2021


1. Hasil tes antigen

2. Sudah vaksin minimal dosis 1


Aturan tersebut bisa berubah-ubah sesuai denga ketentuan pemerintah. Jadi, sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, sebaiknya kamu mengecek syarat terbaru untuk melakukan perjalanan dengan transportasi yang akan kamu gunakan.


Mencari referensi penginapan


Dua hari sebelum berangkat, kami juga mulai mencari-cari penginapan untuk hari pertama menginap di Bali.


Ada dua alternatif pilihan, menginap di hotel atau resort. Akhirnya kami menentukan pilihan untuk menginap di resort.


Selain karena tuntutan pekerjaan, rasanya sayang juga sudah jauh-jauh ke bali tapi menginapnya di hotel biasa. 


Setelah di cek, ternyata banyak juga kok resort yang harga per malamnya sangat terjangkau mulai dari 300 ribuan saja.


Pilihan kami jatuh pada salah satu resort yang ada di daerah Pecatu, yaitu La Joya Balangan Resort. Resort yang lokasinya tepat di sisi tebing pantai Balangan.


Bahkan resort ini juga punya akses khusus menuju pantai balangan.


Kami mendapat harga Rp.364.500 per/malam. Dengan harga yang cukup terjangkau, kami bisa menikmati tinggal di resort dengan view yang cukup indah. Ini menjadi pengalaman menginap terbaik saya sejauh ini.


Memesan tiket kereta api


Takut kehabisan tikek, kami memesan tiket kereta api dari beberapa hari sebelum keberangkatan. 


Kami membeli 2 tiket kereta api Sri Tanjung dari Stasiun Purwosari Solo menuju Stasiun Ketapang Banyuwangi. Harga tiketnya sebesar Rp.94.000/orang.


Kamu bisa membeli tiket kereta api melalui aplikasi KAI Access yang bisa kamu unduh di Play Store ataupun di App Store.


Jika belum tau caranya, kamu bisa baca artikel cara membeli tiket kereta api menggunakan aplikasi KAI Access 


Mencari persewaan sepeda motor


Selama di Bali, kami berencana menggunakan sepeda motor untuk mengunjungi berbagai tujuan. 


Oleh karena itu, sebelum berangkat kami juga mengumpulkan beberapa referensi tempat rental sepeda motor yang ada di bali.


Untuk harga rentar sepeda motor di Bali mulai dari Rp.50.000/hari tergantung dari jenis sepeda motor yang kamu sewa.


Menyiapkan barang bawaan


Bawaan pribadi saya hanya berupa 4 kaos, 3 celana pendek, beberapa celana dalam dan juga 2 jaket tipis.


Saya menghindari membawa jaket tebal karena itu akan makan tempat dan menambah beban juga.


Saya juga sengaja tidak membawa perlatan mandi karena pasti di hotel nanti juga sudah ada.


Namun, karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan, saya membawa laptop di perjalanan kali ini.


Selain itu, ada kamera dan juga drone yang cukup menambah beban pundak saya.


Semua barang bawaan tersebut saya terkemas dalam satu backpack dan satu sling bag.


Perjalanan dari Semarang Menuju Solo



Rabu, 20 Oktober 2021 kami memulai perjalanan menuju Bali.


Perlajanan kami mulai pukul 03.00 WIB dari Kota semarang menggunakan sepeda motor menuju kota solo. 


Alasan kami memutuskan untuk berangkat dari semarang dini hari karena kami memutuskan untuk melakukan rapid test di stasiun. Sedangkan kereta yang akan kami tumpangin berangkat pukul 07.55 WIB.


Perjalanan dari Semarang ke Solo kurang lebih selama 3 jam. Jadi, kami sampai di solo sekitar pukul 06.00 WIB.


Karena perjalanan yang akan kami tempuh cukup panjang, kami membeli perbekalan di minimarket dekat stasiun seperti minuman dan makanan ringan yang nantinya bisa dimakan di perjalanan.


Setelah mencari sarapan dan dibungkus untuk makan siang nanti di kereta, kami masuk ke stasiun untuk melakukan rapid test.


Sebelum berangkat, kami sudah mencari-cari informasi terkait layanan rapid test di stasiun, namun tidak menemukan informasi terkait waktu pelayanan rapid test tersebut.


Tapi, kami yakin pasti ada layanan rapid test sebelum kereta kami berangkat. Benar saja, setelah melihat informasi di lokasi, layanan rapid test dibuka pukul 07.00 WIB. 


Kami orang pertama yang datang di lokasi tersebut. sambil menunggu layanannya dibuka, saya memutuskan untuk istirahat dan berusaha tidur sebentar di bangku karena saya belum tidur sama sekali di malam sebelumnya.


Tepat pukul 07.00 WIB petugas rapid test datang dan setelah mempersiapkan semua peralatannya, pendaftaran akhirnya dibuka.


Sudah banyak orang yang menunggu untuk melakukan rapid test. Tapi, untungnya karena ada yang tahu kalau kami yang paling awal datang akhirnya kami didahulukan.


Biaya untuk rapid test di Stasiun Purwosari Solo sebesar Rp.45.000/orang. Syaratnya cukup menunjukkan kode booking tiket kereta, KTP dan juga sertifikat vaksin.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya hasil tesnya sudah keluar. Awalnya agak deg-degan, tapi syukurlah hasilnya non-reaktif dan kami bisa melanjutkan perjalan.


Perjalanan Kereta dari Solo menuju Banyuwangi


Tidak lama setelah kami mencetak tiket dan masuk ke stasiun, kereta Sri Tanjung yang akan kami tumpangi sudah sampai.


Tepat pukul 07.55 WIB kami berangkat dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Ketapang.


Perjalanan ini menjadi perjalanan kereta terpanjang yang pernah saya tempuh, yaitu selama 12 jam.


Selama di kereta, aktifitas yang saya lakukan adalah menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan saya yaitu menulis artikel dan jika bosan saya menggunakan waktu untuk tidur dan juga menggunakan media sosial.


Hanya itu yang bisa kami lakukan di kereta.


Entah berapa stasiun yang harus kami lewati di perjalanan ini, tapi intinya ini perjalanan yang benar-benar panjang.


Karena kereta yang kami gunakan juga kelas ekonomi, tempat duduknya pun tidak terlalu nyaman, sandaran yang tegak lurus cukup bikin punggung pegal-pegal.


Saat perjalan di kereta, kami juga baru memesan hotel yang sebelumnya sudah kita tentukan menggunakan situs bookingdotcom.


Selain itu, sepeda motor yang ingin disewa juga baru kami hubungi saat di kereta. 


Setelah menempuh perjalanan panjang, kurang lebih pukul 20.30 WIB akhirnya kami sampai di Stasiun Ketapang. Turun dari kereta kami memutuskan untu beristirahat sejenak di musholla yang ada di stasiun sekaligus untuk beribadah.


Menyeberang dari Pelabuhan Ketapang Menuju Pelabuhan Gilimanuk



Setelah sampai di Banyuwangi, perjalanan kami lanjutkan dari Pelabuhan Ketapang Menuju Gilimanuk.

Jarak dari Stasiun Ketapang menuju Pelabuhan Ketapang tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 5 sampai 7 menit jalan kaki.


Tapi, sebelum masuk ke pelabuhan, kami mengisi perut terlebih dahulu di waruang yang tidak jauh dari pelabuhan.


Terakhir teman saya menyeberang ke Bali. pembelian tiket kapal hanya bisa dilakukan dengan e-money. Maka dari itu kami mampir ke minimarket terlebih dahulu untuk membeli minum dan juga kartu e-money.


Ketika sudah masuk di pelabuhan, ternyata pembelian tiket sudah tidak lagi menggunakan e-money. Tapi langsung di loket yang sudah tersedia.


Namun, karena loket tersebut bukanlah loket resmi dari ASDP, maka harganya pun sedikit lebih mahal.


Kami membayar sekita Rp.13.500 untuk satu tiket kapal, dari harga yang tertera di tiket sebesar Rp.8.500.


Pembelian tiket kapal dengan harga yang sesuai bisa dilakukan menggunakan aplikasi ferizy.


Kamu bisa membaca artikel tentang cara membeli tiket kapal menggunakan aplikasi ferizy.


Penyeberangan memakan waktu kurang lebih satu jam. Kami berangkat pukul 21.00 WIB lebih dan sampai di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 23.00 WITA.


Turun dari kapal kami buru-buru menuju terminal bus yang lokasinya persis di depan pelabuhan.


Perjalanan Bus dari Gilimanuk menuju Denpasar


Selalu ada hal yang tak terduga di perjalanan. Kami bisa membuat rencana, tapi kondisi di lapangan sangat mungkin berbeda.


Ketika sampai di terminal bus, ternyata bus menuju Terminal Ubung di Denpasar sudah berangkat beberapa menit sebelumnya. Tapi tenang, masih ada satu bus lagi yang entah akan berangkat jam berapa.


Akibat sepinya penumpang, keberangkatan bus menjadi tidak menentu. Berdasarkan keterangan dari supir bus, hal ini sudah berjalan semenjak pamdemi dan ketatnya aturan perjalanan.


Bus akan berangkat ketika dirasa penumpang sudah mencukupi. mau tidak mau, kami harus menunggu penumpang lain yang ingin menuju ke Denpasar.


Setelah menunggu beberapa jam dan waktu sudah menunjukkan pukul 01.40 WITA. Supir bis akhirnya menyuruh kami untuk masuk kedalam bis karena bis akan segera berangkat.


Harga tiket bis dari Ketapang menuju terminat Ubung di denpasar sebesar Rp.50.000/orang.


Perjalanan yang kami tempuh untuk sampai di denpasar kurang lebih sekitar 3 jam.


Tidak ada yang perlu diceritakan selama perjalanan menggunakan bus ini, kami menggunakan waktu untuk tidur dan beristirahat meskipun posisinya tidak begitu nyaman.


Kurang lebih pukul 05.00 WITA kami sampai di Denpasar dan belum tahu selanjutnya kami mau kemana.


Menunggu sepeda motor sewa


Setelah sampai di Denpasar, kami belum ada rencana untuk tujuan hari ini.


Sepeda motor yang kami rental akan diantar pukul 06.30 WITA. Jadi kami masih harus menunggu kurang lebih satu setengah jam lagi.


Kami menyewa sepeda motor (Honda Vario 125cc) selama 3 hari dengan biaya Rp.250.000


Sambil menunggu sepeda motornya datang, kebetulan sudah ada warung kecil yang buka di samping alfamart depan terminal. kami memutuskan untuk sejenak minum teh hangat sambil memikirkan setelah ini mau kemana sebelum ceck in ke resort.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya motor yang kami sewa datang juga dan kami siap untuk mulai menikmati perjalanan di Pulau Bali.


Setelah berdiskusi, pagi itu kami memutuskan untuk menuju pantai sanur, mencoba melewati jalan tol untuk sepeda motor yang berujung diberhentikan pak polisi, serta menggunjungi pantai yang tidak jauh dari resort.


Perjalanan hari pertama di Bali akan saya ceritakan di part berikutnya yaaa...




0 Response to "Liburan Satu Jutaan ke Bali Part 1 : Tengah Malam Baru Bisa Berangkat ke Denpasar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel