Jangan Jadi Toxic! Ini Dia Solusi Menjadi Gamer Sejati yang Punya Mental Juara

Pernah mendengar anak kecil yang sudah fasih mengucapkan kata-kata kasar dan juga umpatan yang seharusnya tidak mereka katakan? saya yakin pasti sering.

Lalu darimana mereka mempelajari itu? Salah satu yang saya yakin punya andil besar dalam hal ini adalah penggunaan gim elektronik yang kurang tepat, dan saya yakin kamu pasti setuju dengan hal ini. 


Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru menilai buruk gim elektronik, karena banyak fakta yang mungkin belum kamu ketahui tentang game elektronik. Kamu bisa memberikan penilaian itu setelah membaca artikel ini sampai selesai.


Ada dua tipe orang dalam memanfaatkan game online ini. 

  1. Pertama, ada orang yang memanfaatkannya sekedar sebagai hiburan di tengah kesibukannya sehari-hari. contohnya seperti karyawan swasta yang bermain mobile legend di tengah jam istirahat kerja atau anak smp yang bermain PUBG mobile setelah pulang sekolah. Jumlah dari tipe orang pertama jelas lebih banyak dibandingkan tipe orang yang kedua. 
  2. Tipe orang yang kedua dalam memanfaatkan permainan online adalah orang yang menjadikannya sebagai sebuah profesi atau pekerjaan. Mereka menggunakan kemampuannya dalam bermain gim elektronik sebagai seorang atlet profesional dan bisa menghasilkan uang dari keahlian tersebut.


Kalangan milenial menjadi salah satu yang cukup banyak main game online serta menjadi seorang atlet eSport profesional. Tidak sedikit dari mereka yang sukses dalam bidang ini dan menjadi sangat populer.


Berdasarkan data dari game grid, pada tahun 2021, sebanyak 71% dari populasi generasi milenial bermain video game, jumlah tersebut lebih banyak dari jumlah gen X. Dari data tersebut, kamu bisa melihat bahwa banyak sekali generasi sekarang yang susah sekali dipisahkan dengan keberadaan gim elektronik.


Gim Elektronik VS Millennials 


Gim elektronik memang sangat erat kaitannya dengan generasi milenial, generasi yang lahir di era perkembangan teknologi yang begitu pesat. Bisa dilihat, hampir setiap anak sekarang sudah memiliki smartphone masing-masing. Bahkan bisa dibilang itu sudah menjadi salah satu kebutuhan.


Saya pribadi yang lahir di era milenial cukup merasakan hal ini, setiap aktifitas rasanya sulit sekali terlepas dari smartphone. Mulai dari bangun tidur, bekerja, menonton hiburan, mencari informasi, hingga kembali ke tempat tidur lagi. Bahkan rasanya ada yang kurang lengkap jika benda ini tidak ada di dekat kita atau ketinggalan dirumah.


Gim elektronik juga menjadi salah satu yang terkadang menjadi solusi yang cukup membantu menghilangkan penat buat saya. Di tengah tekanan pekerjaan, masalah di kantor tidak ada habisnya dan masih banyak lagi.


Meskipun banyak sekali orang tua yang merasa bahwa gim elektronik hanya membawa efek negatif saja, namun sangat sulit untuk memisahkan dari ini kehidupan milenial. Lebih sulit dibandingkan membuat mereka memanfaatkan gim elektronik tersebut dengan bijak.


Jadi, daripada berusaha menghindarkan sesuatu yang jelas jelas sangat mudah mereka lakukan, lebih baik berusaha untuk membuat mereka memainkannya dalam taraf yang wajar dan tidak berlebihan.


Gamer ≠ Toxic 



Salah satu kawan saya yang juga seorang gamer pernah bercerita bahwa dulu, dia bisa menghabiskan lebih dari 8 jam per hari. iya benar 8 jam sehari atau seperempat waktu hariannya.


Entah itu berlebihan atau tidak, tapi jelas-jelas itu waktu yang menurut saya cukup banyak untuk dihabiskan bermain gim elektronik. Apakah bisa disebut toxic?


Iya, jika dia bermain hanya untuk kesenangan saja hingga lupa waktu dan kebutuhan diri serta lingkungannya, karena tentu itu tidak sehat bagi perkembangan emosi dan kejiwaan seseorang.


Tapi tidak, jika dia punya tujuan yang jelas. Misalnya, ingin meningkatkan kualitas pertemanan dan sosialisasi berkelompok, serta melatih skillnya setiap hari dan menjadi seorang atlet profesional. Tujuan yang jelas itu tentu akan membuatnya punya arah yang jelas juga dalam bermain gim elektronik.


Memang banyak orang yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk main game, tapi tidak semuanya sekedar untuk buang buang waktu. Banyak yang memainkan gim elektronik dalam waktu yang lama agar dia bisa terus melatih skill demi menjadi seorang gamer profesional.


Seperti halnya yang dilakukan negara Tirai Bambu, Tiongkok. Pemerintah mereka membatasi waktu penggunaan gim elektronik. Dan, bila warganya menginginkan waktu tambahan bermain gim, warga tersebut diwajibkan mengikuti program pengembangan atlet eSport.


Selain itu, tidak semua gamer juga senang mengucapkan kata kasar ketika bermain. Mereka tahu bahwa yang berkompetisi dan memainkan game tersebut datang dari kalangan, usia, serta latar belakang yang beragam. 


Agar tidak menjadi seorang pemain gim elektronik yang toxic, mungkin beberapa hal berikut ini bisa kamu coba.


  1. Pahami karakter game yang dimainkan

  2. Fokus bermain

  3. Jangan mudah terprovokasi

  4. Utamakan komunikasi tim

  5. Jangan mudah menyalahkan 

  6. Jangan spamming chat yang tidak penting

  7. Batasi waktu dalam bermain

  8. Jangan lupa ambil jeda istirahat


Dengan melakukan hal-hal tersebut, kamu bisa bermain gim elektronik dengan nyaman dan terus berlatih menjadi seorang atlet eSport profesional.


eSport memberikan banyak manfaat bagi pemainnya a.k.a atlet 



Menjadi seorang atlet eSport ternyata bisa memberikan banyak manfaat, baik dalam hal karir maupun dalam pengembangan diri. 


Bermain game terutama yang membutuhkan kerjasama tim melatih kemampuan kamu untuk merancang strategi yang jitu agar bisa mengalahkan lawan. Selain itu, dengan bermain game, kamu juga sekaligus bisa melatih fokus dan juga komunikasi dengan anggota tim agar bisa bermain lebih kompak.


Sedangkan dalam segi karir, beberapa manfaat menjadi atlet eSport diantaranya:


  1. Kesempatan untuk bertanding dalam ajang internasional

  2. Memiliki popularitas sebagai seorang gamer

  3. Mendapatkan hadiah ketika berhasil memenangkan kompetisi


Di Indonesia sendiri, banyak sekali tim eSport dengan nama besar yang mengelola banyak pemain hebat untuk bertanding di kancah internasional. 


Namun tidak hanya mereka yang sudah punya nama besar saja, langkah untuk mendapatkan bibit-bibit baru atlet eSport juga dilakukan oleh Indihome melalui  Akademia eSport LEAD by. IndiHome yang dimulai pada september 2021.


Pada event ini, mereka yang sudah mendaftar dan terpilih, selanjutnya dilatih dan dibina baik secara mental maupun fisik. 


Pembinaan yang dilakukan Akademia eSport LEAD by. IndiHome ini diharapkan bisa melahirkan bibit atlet eSport yang yang punya mental olahragawan dan bisa bersaing di kancah internasional.


Setelah melewati rangkaian fase kualifikasi dan pembinaan dari para mentor profesional, secara resmi IndiHome  mengumumkan bahwa ada 14 akademia yang lulus sebagai atlet eSport Indonesia di Inagurasi LEAD by IndiHome.


Kemudian, mereka diuji dengan mengikuti berbagai turnamen eSport tingkat Asia Tenggara, salah satunya adalah Wild Rift Champion SEA (WCS).


Dukungan untuk industri gaming Indonesia


Tidak cukup sampai disitu, sebagai penyedia jaringan internet terbesar di Indonesia, Indihome juga menyediakan internet andal khusus untuk para gamer.


Kamu para gamer pasti paham, jaringan internet cepat dan stabil menjadi aspek yang sangat penting. karena tanpa jaringan yang baik, permainan yang sedang kamu ikuti pasti tidak akan berjalan. Dukungan internet cepat akan sangat membantu kamu berlatih tanpa batas menuju mimpi menjadi seorang gamer profesional.


Indihome juga memberikan berbagai benefit buat kamu yang berlangganan promo paket gamer, contohnya seperti exclusive items, high speed internet, free play game, dan juga free gift. 


Dengan berbagai dukungan tersebut mulai dari pengembangan atlet hingga penyediaan internet yang Andal, kamu bisa lebih fokus untuk terus berlatih tanpa batas sebagai seorang atlet profesional.


Disamping itu, kita semua tentunya berharap bahwa industri gaming di Indonesia bisa berkembang semakin pesat dan bisa bersaing di kancah internasional.


1 Response to "Jangan Jadi Toxic! Ini Dia Solusi Menjadi Gamer Sejati yang Punya Mental Juara"

  1. For the safety and convenience of each server, you need some essential plug-ins first. You need three servers namely. Minecraft Servers

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel